Jakarta, Siwarta.com
Pusat Siber Intelijen Teknologi Pertahanan Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan (Pussiber Inteltekhan BIK Intelhan Kemhan) menyelenggarakan Coffee Morning Komunitas Siber Sektor Pertahanan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (3/2). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kesiapan siber dalam menghadapi dinamika teknologi serta lingkungan strategis global yang kian kompleks.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala BIK Intelhan Kemhan, Mayjen TNI Robi Herbawan, yang menekankan pentingnya kesiapan siber yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan siber saat ini bersifat lintas sektor dan lintas domain, sehingga membutuhkan kesamaan pemahaman, koordinasi yang solid, serta langkah-langkah antisipatif agar fungsi pertahanan negara tetap berjalan efektif.
“Ancaman siber berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas sektor. Oleh karena itu, kesiapan siber harus dibangun secara terpadu, dengan pola pikir adaptif dan kemampuan respons yang cepat,” tegas Mayjen TNI Robi Herbawan.
Ia menambahkan, penguatan keamanan siber sektor pertahanan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang baik, serta jejaring kerja sama yang kuat antar pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pussiber Inteltekhan BIK Intelhan Kemhan, Brigjen TNI Laode Muhamad Aries, memaparkan arah kebijakan dan peta jalan (roadmap) penguatan keamanan siber sektor pertahanan. Paparan tersebut mencakup upaya peningkatan kapabilitas deteksi dini, penguatan sistem pertahanan siber, serta pengembangan ekosistem siber yang mampu menghadapi ancaman konvensional maupun nonkonvensional.
Brigjen TNI Laode Muhamad Aries menegaskan bahwa penguatan siber pertahanan merupakan bagian integral dari sistem pertahanan negara yang harus disiapkan secara komprehensif dan berlapis.
“Keamanan siber sektor pertahanan harus dibangun dengan pendekatan jangka panjang, terukur, dan berorientasi pada ketahanan nasional. Sinergi komunitas siber menjadi salah satu kunci utama,” ujarnya.
Melalui kegiatan Coffee Morning ini, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mendorong terbangunnya jejaring komunitas siber yang solid, kolaboratif, dan berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan siber nasional serta mendukung tugas pertahanan negara di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya ancaman siber global.(sw)









