Mundurnya Ketua DK OJK dan Dua Pejabat Kunci Dinilai Alarm Serius bagi Pasar Modal

- Pewarta

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ,Siwarta.com

Pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bersama dua pejabat strategis pengawasan pasar modal dinilai sebagai alarm serius bagi stabilitas dan kredibilitas pasar keuangan Indonesia, terutama di tengah tekanan berat yang sedang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Langkah tersebut terjadi bersamaan dengan mundurnya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek. Peristiwa ini pun langsung memicu perhatian pelaku pasar dan pengamat, mengingat posisi ketiganya berada di jantung pengawasan pasar modal nasional.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai rangkaian pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan peristiwa institusional besar yang berpotensi mengguncang kepercayaan investor.

“Ini bukan rotasi biasa. Mundurnya pimpinan tertinggi OJK bersamaan dengan pejabat kunci pengawasan pasar modal menunjukkan adanya tekanan luar biasa di level regulator,” ujar Hendra dalam keterangannya.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Menurutnya, OJK merupakan simbol utama independensi, stabilitas, dan kepastian hukum sektor keuangan. Ketika pucuk pimpinan regulator mengalami guncangan di saat pasar sedang tertekan, maka dampaknya bukan hanya psikologis, tetapi juga struktural.

“Pasar modal sangat sensitif terhadap sinyal kelembagaan. Investor akan bertanya: ada apa di balik pengunduran diri serentak ini, dan apakah fungsi pengawasan tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Hendra menilai momentum pengunduran diri tersebut tergolong tidak ideal, mengingat IHSG tengah berada dalam tekanan akibat kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, arus keluar modal asing, hingga melemahnya kepercayaan terhadap pasar negara berkembang.

Dalam situasi tersebut, stabilitas regulator justru menjadi faktor penopang terakhir bagi kepercayaan investor. Karena itu, perubahan mendadak di jajaran pimpinan OJK dinilai berisiko memperdalam sentimen negatif pasar.

Baca Juga :  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Lebih jauh, Hendra menyoroti meningkatnya sorotan global terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia. Ia menilai pasar internasional tidak hanya menilai kinerja emiten dan indikator makro, tetapi juga kualitas tata kelola dan konsistensi regulator.

“Investor global melihat siapa yang mengawasi pasar, seberapa kuat independensinya, dan seberapa konsisten kebijakannya. Ketika regulator terlihat goyah, persepsi risiko Indonesia akan naik,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya langkah cepat pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memberikan kejelasan kepada publik, termasuk penjelasan resmi terkait pengunduran diri tersebut, mekanisme transisi kepemimpinan, serta jaminan bahwa fungsi pengawasan pasar modal tetap berjalan efektif.

“Yang dibutuhkan pasar saat ini adalah kepastian dan komunikasi yang tegas. Tanpa itu, dampaknya bisa meluas, bukan hanya pada IHSG, tetapi juga pada iklim investasi jangka menengah dan panjang,” pungkas Hendra.(sw)

Berita Terkait

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:25 WIB

Mundurnya Ketua DK OJK dan Dua Pejabat Kunci Dinilai Alarm Serius bagi Pasar Modal

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIB

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:03 WIB

Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Berita Terbaru