Jakarta, Siwarta.com– Kementerian Transmigrasi menetapkan arah kerja tahun 2026 dengan fokus pada penuntasan persoalan lahan transmigran, penguatan ekonomi lokal, serta transformasi kawasan berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul.
Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kawasan transmigrasi berkembang secara berkelanjutan, berkeadilan, dan mampu bersaing secara ekonomi.
Salah satu target utama pada 2026 adalah penerbitan 11.288 Sertipikat Hak Milik (SHM) di 61 lokasi transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, kementerian juga akan melakukan inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta menyelesaikan persoalan kawasan transmigrasi yang berada di dalam kawasan hutan secara adil dan berkelanjutan.
Penuntasan Masalah Lahan Jadi Prioritas
Penyelesaian persoalan legalitas lahan dinilai sebagai fondasi utama untuk mendorong kepastian hukum dan meningkatkan kesejahteraan transmigran.
Dengan kepemilikan SHM yang sah, masyarakat transmigrasi diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap permodalan, investasi, dan pengembangan usaha produktif.
Inventarisasi HPL juga dilakukan guna memastikan tata kelola lahan berjalan transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, penyelesaian kawasan transmigrasi di dalam kawasan hutan akan ditempuh melalui pendekatan lintas sektor yang mengedepankan prinsip keadilan dan keberlanjutan lingkungan.
Trans Lokal Jadi Jantung Pemberdayaan
Kementerian menegaskan bahwa Program Trans Lokal tetap menjadi jantung pemberdayaan masyarakat transmigrasi.
Penempatan transmigran dilakukan bukan untuk menggantikan masyarakat setempat, melainkan untuk memperkuat struktur ekonomi lokal dan menciptakan sinergi pembangunan kawasan.
Pendekatan ini menempatkan transmigrasi sebagai instrumen pengembangan wilayah yang inklusif, dengan memaksimalkan potensi lokal serta memperkuat rantai nilai ekonomi di daerah tujuan.
Transmigrasi Patriot Hadirkan SDM Unggul
Melalui program Transmigrasi Patriot, pemerintah memastikan kehadiran SDM unggul di kawasan transmigrasi. Program ini dirancang agar ilmu pengetahuan dan inovasi hadir langsung di lapangan untuk mempercepat transformasi ekonomi kawasan.
Transmigrasi Patriot ditegaskan bukan program elitis, melainkan wujud nyata kehadiran negara yang bekerja bersama rakyat. SDM terdidik dan profesional diharapkan mampu mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif.
Dengan arah kerja tersebut, Kementerian Transmigrasi menargetkan kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi wilayah hunian, tetapi juga pusat ekonomi produktif yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penulis : Moula Ibra
Editor : Wandi Syamsir









