Hari Pertama WFH, Kemensos Terapkan Budaya Kerja Baru yang Efisien dan Adaptif

- Pewarta

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Siwarta.com

Hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH), Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menjalankan budaya kerja baru yang lebih efisien, adaptif, dan tetap produktif pada Jumat (10/4/2026). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus bagian dari transformasi sistem kerja di lingkungan Kemensos.

Langkah ini juga melanjutkan berbagai upaya adaptasi yang sebelumnya telah dilakukan, seperti penghematan penggunaan kendaraan dinas, pemanfaatan transportasi umum, hingga penggunaan kendaraan listrik dalam operasional kementerian.

Pada hari pertama WFH, suasana Kantor Kemensos di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, terlihat lebih lengang dari biasanya. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan optimal. Aktivitas layanan masih terpantau aktif, salah satunya melalui Command Center di Gedung Cawang Kencana, serta berbagai unit layanan lainnya seperti Sekolah Rakyat, Poltekesos, balai, dan sentra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan kepada seluruh pegawai agar tetap menjaga disiplin selama menjalankan WFH. Ia mengingatkan bahwa pegawai harus selalu siap siaga (on call), tidak melanggar ketentuan, serta tidak menyalahgunakan waktu kerja dengan aktivitas di luar tugas.

“WFH bukan berarti bebas dari tanggung jawab. Disiplin, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik harus tetap dijaga,” tegas Gus Ipul.

Baca Juga :  AHY Tegaskan SMA Taruna Nusantara Malang Strategis Siapkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam bekerja, termasuk menghindari praktik korupsi dalam bentuk apa pun, bahkan korupsi waktu. Menurutnya, pola kerja fleksibel ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

Kemensos berharap kebijakan WFH ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga mampu memperkuat transformasi birokrasi yang lebih modern tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan sistem kerja yang adaptif, pelayanan sosial diharapkan tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami gangguan.(sw)

Berita Terkait

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Rapat Darurat PBB
AHY: Engineering Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan di Forum World Engineering Day 2026
Kementerian Transmigrasi Fokus Tuntaskan Lahan dan Perkuat Ekonomi Lokal, Targetkan 11.288 SHM pada 2026
Kemhan Dorong Penguatan Jejaring Siber Pertahanan melalui Coffee Morning Komunitas Siber
Wamensos Agus Jabo Hadiri Raker Komisi VIII DPR, Bahas Mitigasi Bencana dan Penguatan Kesejahteraan Sosial
Kemensos–Kemenkop Teken MoU, Penerima Bansos Didorong Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
Menko AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Ditopang SDM Kompeten dan Insinyur Profesional
Menko AHY Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Pesawat IAT Rute Yogyakarta–Makassar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 16:57 WIB

Hari Pertama WFH, Kemensos Terapkan Budaya Kerja Baru yang Efisien dan Adaptif

Sabtu, 4 April 2026 - 21:54 WIB

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Rapat Darurat PBB

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:35 WIB

AHY: Engineering Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan di Forum World Engineering Day 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:45 WIB

Kementerian Transmigrasi Fokus Tuntaskan Lahan dan Perkuat Ekonomi Lokal, Targetkan 11.288 SHM pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Kemhan Dorong Penguatan Jejaring Siber Pertahanan melalui Coffee Morning Komunitas Siber

Berita Terbaru