Jakarta,Siwarta.com— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan putus kontak dan jatuh di wilayah pegunungan.
Dalam pernyataan resminya, Menko AHY menyampaikan rasa simpati dan empati yang mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan penanganan musibah ini dilakukan secara serius, profesional, dan mengedepankan aspek keselamatan.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga. Ini adalah tragedi yang sangat memukul kita semua,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan proses, mulai dari pencarian, evakuasi, hingga investigasi penyebab kecelakaan. Pemerintah, kata dia, saat ini memusatkan perhatian pada upaya evakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi, mengingat kondisi medan di lokasi kejadian yang berada di kawasan pegunungan dan memiliki tantangan geografis tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus serta koordinasi lintas instansi agar operasi berjalan efektif dan aman.
“Kondisi medan yang berat menuntut kehati-hatian ekstra. Keselamatan tim di lapangan harus tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Selain fokus pada evakuasi, Menko AHY juga memastikan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara komprehensif dan transparan sesuai dengan prosedur dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi udara nasional.
Menurut AHY, informasi terkait lokasi jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan akan menjadi bahan evaluasi strategis untuk meningkatkan sistem mitigasi risiko dan pengawasan keselamatan penerbangan ke depan, guna meminimalkan potensi terulangnya kejadian serupa.
“Setiap peristiwa harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, agar sistem keselamatan transportasi udara nasional semakin kuat dan andal,” pungkas Menko AHY.(mi)









