Tanah Pertanian Berlubang, Fenomena Sinkhole Tarik Perhatian Publik

- Pewarta

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota,SiWarta.com

Fenomena alam sinkhole atau tanah berlubang terjadi di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota,Sumatera Barat pada Minggu (4/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian ini mengundang perhatian warga setempat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya lanjutan.

Fenomena yang oleh penduduk lokal dikenal dengan sebutan “sawah luluih” tersebut terjadi di sawah yang digarap Adrolmios alias Si Ad (61), warga Nagari Situjuah Batua.

“Saya tahu kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB,” kata Adrolmios saat ditemui di lokasi.

 

Menurut Adrolmios, bersama Kepala Jorong Tepi Selmi, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Mak Etek Iwid, warga setempat yang tengah beraktivitas di sekitar area persawahan. Saat itu, Mak Etek Iwid mendengar bunyi bergemuruh keras, menyerupai suara ledakan dari arah sawah.

Baca Juga :  Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Pantau Huntara Korban Bencana Koto Tinggi 50 Kota

Merasa kaget dan curiga, Mak Etek Iwid kemudian mendekat dan mendapati sawah yang sebelumnya mengalami retak-retak akibat kemarau, tiba-tiba ambles dan membentuk lubang besar. Lubang tersebut terus melebar dari waktu ke waktu, dengan bagian dalam berisi air. Kedalaman lubang diperkirakan telah mencapai sekitar 20 meter.

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang memiliki mitra kerja di antaranya BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran. Fajar segera menghubungi Plt Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, dan meminta agar BPBD turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian dan penanganan awal.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Percepat Pembangunan Eks Pasar Blok Barat dengan Dukungan Kemendag RI dan PUPR RI

“Kami minta BPBD segera melakukan kajian agar masyarakat tidak cemas dan potensi bahaya bisa diantisipasi,” ujar Fajar.

 

Hingga kini, ratusan warga tampak berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung fenomena alam tersebut. Aparat kepolisian telah memasang police line di sekitar area guna mengamankan lokasi dan mencegah warga mendekat ke bibir lubang.

Meski demikian, rasa penasaran masyarakat masih tinggi. Dari dalam lubang, suara dentuman dan gemuruh masih terdengar secara berkala, menambah kekhawatiran warga akan kemungkinan terjadinya longsoran susulan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi, tetap waspada, serta menunggu hasil kajian resmi dari instansi terkait demi keselamatan bersama.(sw)

Berita Terkait

Menteri PU Janji Percepat Revitalisasi Pasar Payakumbuh
ESDM Tetapkan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar, Solusi Tekan PETI
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Pantau Huntara Korban Bencana Koto Tinggi 50 Kota
Pemko Payakumbuh Percepat Pembangunan Eks Pasar Blok Barat dengan Dukungan Kemendag RI dan PUPR RI
Tawa Balita Warnai Pushbike Competition Nasional di Payakumbuh
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:09 WIB

Menteri PU Janji Percepat Revitalisasi Pasar Payakumbuh

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:16 WIB

ESDM Tetapkan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar, Solusi Tekan PETI

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:56 WIB

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Pantau Huntara Korban Bencana Koto Tinggi 50 Kota

Senin, 12 Januari 2026 - 19:20 WIB

Pemko Payakumbuh Percepat Pembangunan Eks Pasar Blok Barat dengan Dukungan Kemendag RI dan PUPR RI

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:31 WIB

Tanah Pertanian Berlubang, Fenomena Sinkhole Tarik Perhatian Publik

Berita Terbaru