Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Rapat Darurat PBB

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang,Siwarta. com

 

Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang tengah menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat memberikan keterangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Sugiono menyampaikan bahwa selain tiga personel yang gugur, terdapat tiga personel lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Para korban merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations di kawasan konflik Lebanon.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang sedang menjalankan tugas mulia di bawah mandat PBB,” ujar Sugiono.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tekankan Peningkatan Kualitas Hidup Rakyat pada Rakornas Pemerintah 2026

Menanggapi insiden tersebut, pemerintah Indonesia bergerak cepat melalui Perwakilan Tetap Indonesia di United Nations Security Council di New York dengan meminta digelarnya rapat luar biasa untuk membahas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Dalam forum tersebut, Indonesia secara tegas mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, khususnya terhadap personel United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang tengah menjalankan mandat internasional untuk menjaga stabilitas kawasan.

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia juga menuntut dilakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang menewaskan prajurit penjaga perdamaian tersebut.

Baca Juga :  Kemensos–Kemenkop Teken MoU, Penerima Bansos Didorong Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

“Indonesia mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan menuntut adanya investigasi yang komprehensif agar kejadian ini dapat diungkap secara transparan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indonesia juga mendorong United Nations untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik, terutama pada misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon yang saat ini menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia, sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang ditugaskan dalam operasi penjaga perdamaian internasional.(sw)

Berita Terkait

AHY: Engineering Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan di Forum World Engineering Day 2026
Kementerian Transmigrasi Fokus Tuntaskan Lahan dan Perkuat Ekonomi Lokal, Targetkan 11.288 SHM pada 2026
Kemhan Dorong Penguatan Jejaring Siber Pertahanan melalui Coffee Morning Komunitas Siber
Wamensos Agus Jabo Hadiri Raker Komisi VIII DPR, Bahas Mitigasi Bencana dan Penguatan Kesejahteraan Sosial
Presiden Prabowo Tekankan Peningkatan Kualitas Hidup Rakyat pada Rakornas Pemerintah 2026
Retret PWI, Menhan Sjafrie: Insan Pers Garda Sipil Pertahanan Nasional
Kemensos–Kemenkop Teken MoU, Penerima Bansos Didorong Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
Menko AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Ditopang SDM Kompeten dan Insinyur Profesional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:54 WIB

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Rapat Darurat PBB

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:35 WIB

AHY: Engineering Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan di Forum World Engineering Day 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:45 WIB

Kementerian Transmigrasi Fokus Tuntaskan Lahan dan Perkuat Ekonomi Lokal, Targetkan 11.288 SHM pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Kemhan Dorong Penguatan Jejaring Siber Pertahanan melalui Coffee Morning Komunitas Siber

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:35 WIB

Wamensos Agus Jabo Hadiri Raker Komisi VIII DPR, Bahas Mitigasi Bencana dan Penguatan Kesejahteraan Sosial

Berita Terbaru